Showing posts with label feature. Show all posts
Showing posts with label feature. Show all posts

Monday, May 15, 2017

No Batteries Required

Tiga gadget lawas yang memiliki fungsi seperti gadget modern tapi tidak membutuhkan batere dan fully-mechanical.

Remote TV

1956 - First wireless TV remote control

Remote TV Zenith Space Commander buatan 1960 ini menggunakan pegas dan pemukul tabung yang mengeluarkan suara - dalam frekwensi khusus - yang bisa 'didengar' TV. Remote TV ini dijuluki The Clicker karena suara klak klik klak klik saat menekan tombol.

Kalkulator

Chadwick calculator

Kalkulator mekanis Chadwick buatan Jepang tahun 1955 ini menggunakan prinsip kerja mirip dengan sempoa. Untuk menghitung, kita harus menggunakan sebuah 'stylus' yang mengubah angka dan fungsinya.

Kamera

1935 - First Purma camera model

Prinsip kerja aceleromenter yang kita biasa gunakan di smartphone sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kamera berbahan bakelite buatan -- ini, karena sama-sama menggunakan gravitasi. Jika gravitasi di smartphone modern digunakan untuk berbagai hal seperti main game, di kamera Purma ini digunakan untuk mengatur kecepatan shutter kamera. Di dalam kamera terdapat bandul besi, yang jika kita putar akan mengubah kecepatan cepat, normal atau lambat.

Tuesday, July 1, 2014

Happy Birthday Sony Walkman!


Today, 35 years ago in July 1 1979, Sony introduced their first commercial portable audio player. More story here.

Tuesday, April 29, 2014

Monday, April 21, 2014

Happy Birthday Nintendo Game Boy!


You turn 25 years old today! Happy birthday!
Thank you! You brought the game portability after Game & Watch! You set the portable game industry! You made us became pre-digital natives!



Here are our Nintendo Game Boy collection!

Thursday, April 17, 2014

Playing King's Quest in Apple //c

Mid 80s - when home computer still expensive, had limited colors & sound - we had a wonderful & mystical RPG adventure at home. When I was kid, me & my brother sat for hours in the front of their computer played Sierra's King's Quest I, II & III.

We are redoing what we did 30 years ago with Apple //e. Enjoy the nostalgia!







Sunday, February 2, 2014

New collection: Pilot 5000 & Panasionic RF-93

1971 Panasonic RF-93 1996 Pilot 5000 by USRobotics

P is for Panasonic. They started 1970s era with fabulous transistor radio models.
P is for Palm. No, P is for Pilot. They started the PDA evolution in 1996.

Wednesday, October 2, 2013

Asesori Polaroid SX-70


Ini adalah official accessories kit untuk kamera Polaroid model SX-70 yang dirilis tahun 1973, setahun setelah rilisnya kamera SX-70 generasi pertama.

Satu paket asesori ini terdiri dari:
- Tripod mount untuk digunakan di tripod (no #111)
- Accessory holder untuk meletakkan lensa-lensa tambahan seperti lensa close up atau tele (no #113)
- Lens shade untuk 'memayungi' lubang lensa dengan memasang di accessory holder (no #120)
- Close up lens & flash difusser (no #121)
- Remote cable (no #112)

Food photography with 1970s Polaroid SX-70 #neoretrogizmo

Selain asesori-asesori tambahan ini, Polaroid juga merilis beberapa asesori terpisah seperti self-timer, lensa tele atau flash.

Packagingnya didesain oleh desainer grafis Paul Giambarba, yang memang khusus merancang identitas visual Polaroid dari tahun 1958. Dia juga yang merancang the iconic rainbow stripes yang banyak di-imitasi brand lain termasuk Apple.

Produk ini masih dapat ditemukan dan dijual di beberapa tempat online seperti di situs Impossible ProjectLand Cameras bahkan Amazon dengan harga cukup mahal karena langka dan sering out-of-stock. Masih dijumpai beberapa di eBay dengan kisaran harga US$ 70 - 150.

Lebih lanjut:
- More about Polaroid SX-7 and accessories

Friday, September 13, 2013

Happy Birthday Audio Cassette

The early generation audio cassette by Philips 50 years ago. Happy birthday, audio cassette. #neoretrogizmo

Walau diperkenalkan di Berlin Radio Show bulan Agustus 1963, secara resmi format kaset ini diluncurkan tanggal 13 September 1963 di headquarter Philips di Amsterdam, 50 tahun silam. Dibarengi dengan diluncukannya pemutar kaset pertama EL3300 & EL3301, format kaset menjadi standard, menggantikan format reel-to-reel & cartridge.

Setelah setengah abad ini, kaset audio ciptaan engineer Philips ini mulai tersingkir dengan hadirnya format digital audio. Sempat booming di era 80an saat Sony meluncurkan Walkman, kaset menjadi kebutuhan primer budaya & pergaulan. Bahkan di era tersebut, kaset juga digunakan sebagai media penyimpan data pada komputer seperti Sinclair atau Commodore.

Selamat ulang tahun, kaset. Terima kasih atas jasanya memberikan musik dan suara dalam kehidupan kami.



More:
- Philips newscenter
- Slashgear
- Gizmodo

Wednesday, July 24, 2013

The Gang of Chicago

The Chicago Cluster

Awal 1940an, Chicago terkenal dengan produksi kamera-kamera saku berbahan bakelite (sebelum plastik populer). Semua beramai-ramai membuat produk kamera dengan harga murah untuk semua orang. Yang menarik, kamera-kamera tersebut memiliki bentuk yang serupa, walau brand-nya berbeda satu sama lain.

Diawali oleh satu perusahaan yang memanufaktur kamera bakelite bernama Utility Manufacture. Membuat satu model 3 x 4 kamera (half frame) untuk film 127 dengan brand Falcon Miniature. Kemudian dibeli oleh Spartus Corp di tahun 1941 dan daerah operasi pindah dari New York ke Chicago. Kamera ini jadi populer dan mesin molding yang sama pun beredar di perusahaan lain di Chicago, membuat model-model kembar dengan brand berbeda yang tercetak di tempelan lempengan tambahan pada lingkaran lensa.

Nama Falcon Miniature menjadi istilah umum untuk kamera bakelite murah dan kemudian diberi nama lain Spartus setelah Utility Manufacture dibeli Spartus Corp. Berhubung semua perusahaan di Chicago ini menggunakan alamat kantor pemasaran yang sama dan berbagi dengan mesin molding yang sama - Camera-wiki.org menyebutnya The Chicago Cluster  - semakin banyak bermunculan kamera-kamera Falcon/Spartus kembar dengan desain yang sama hingga akhir 1960an - saat plastik modern mulai digunakan industri.

Jika kita melihat desain-nya, kamera-kamera dari The Chicago Cluster ini sangat erat dengan gaya art deco & streamline yang sedang trend di masa itu. Contohnya 5 kamera ini. 

Remington

Kamera Remington di masa itu beredar mengikuti desain khas dari Carlton atau Falcon Rocket, mengambil bentuk pesawat DC-3 dari samping.

Clix O Flex

Kamera Clix-O-Flex ini berjenis TLR ini dibuat oleh Metropolitan Industries (yang juga beralamat sama dengan perusahaan lain). Menggunakan format portrait 4 x 3 dengan film 127. Bentuk, ornamen, lekuk dan tekstur sangat kental dengan gaya art deco. Juga jenis huruf pada faceplate. Desain ini kembaran dari kamera Hamilton TLR.

Faultless Miniature

Kamera Faultless buatan Bernard Products ini agak lebih bongsor dibanding kamera-kamera lainnya. Ini disebabkan karena kamera ini memiliki mesin molding yang mirip dengan Royal Reflex buatan Monarch yang berformat TLR. Bahkan faceplate-nya pun bercorak sama, walau berbeda pada brand di bagian lingkaran lensa.

Cinex

Kamera Candid Cinex Camera ini memiliki desain yang paling banyak digunakan saat itu. Berbentuk mirip dengan Falcon Miniature dan Monarch (link ).

Herco 12

Berbeda dengan kamera lainnya yang memiliki desain kembar, Herco 12 buatan Herbert George ini memiliki desain unik dan (sejauh ini) tidak memiliki kembaran dengan brand berbeda. Moncong lensanya meniru bentuk folded camera dan membuat jarak lensa dengan film cukup jauh. 


Popularitas kamera saku Chicago berbahan bakelite ini memudar jelang 1960an saat plastik mulai banyak digunakan dan digantikan kamera generasi baru yang jauh lebih murah. Evolusi kamera plastik Chicago berpengaruh ke seluruh dunia hingga Hong Kong, melahirkan kamera Diana yang kita kenal sekarang.

note: artikel ini sebelumnya sudah di-publish di blog Trenologi.

Friday, July 12, 2013

Lost Property Office



I never heard about this 'office' before - and has no interest on any kind of lost & found office - but when I walked in Baker St, London this morning, I was like "WHOA A PLACE FOR RETRO GADGETS!"

Look at the display! It's a retro gadget museum!



Motorola DynaTAC! Mamiya RB 67! Eumig 16mm camera!



An iron! Umm.. no.

Too bad, it's not for sale. And I'm wondering, what kind of retro gadgets they have inside their storage. They have been opened for 80 years (since 1933) collecting lost properties from taxis, tubes, trains. Of course they only keep stuffs for only 3 months. But for some interesting collector's items, they prefer to keep it, like these items in the display. Cannot imagine the treasures they have inside.

More about London Lost Property Office here:
- TfL
- About.com
- TimeOut

Tuesday, June 25, 2013

Anak-anak Generasi iPad dan Game Jadul

old-game-devices

Saat bermain game Tiny Tower & Pocket Planes buatan NimbleBit di iPad, anak-anak kami tertarik dengan gaya grafiknya yang kotak-kotak sederhana. Kami jelaskan, itu gaya 8-bit graphic seperti tampilan game-game di era 80-an. "Sepertinya asyik main game di jaman itu ya?" tanya anak kami yang tertua. Saatnya memperkenalkan anak-anak generasi iPad ini pada game-game era 80an, saat penampilan masih kotak-kotak dengan suara beep beep sederhana. Bagaimana pendapat mereka? 

Nintendo Game & Watch

Artefact from the early 80s: Nintendo Game & Watch. #neoretrogizmos

Masih ingat gimbot atau Game & Watch ini? LCD dengan warna hitam putih dan suara beep beep, dilengkapi tombol pengatur gerak karakter di layar. Sangat populer pada awal 80an, tidak ada satu anak sekolah pun yang tidak kenal Game & Watch. Kami berikan anak kami Nintendo Game & Watch Popeye untuk dicoba.

Pendapat:
- Susah dimainkan karena gerakannya tidak responsif.
- Membosankan karena dari awal tidak ada perubahan tantangan.
- Suaranya kurang dramatis, berasa tidak realistis.
- Layarnya terlalu kecil.

Tomy arcade game "TRON" 

1982 Tomy TRON

Kebetulan anak-anak ini sempat menonton film TRON yang versi asli 1982, sehingga saat memainkan game TRON buatan Tomy ini terasa lebih asyik. Walau hanya berlayar LED dan bersuara sederhana (cenderung berisik) mereka lebih tertantang untuk memainkannya. Apalagi dalam game ini terdapat 3 scene permainan yang semakin lama dimainkan, levelnya semakin tinggi.




Pendapat:
- Tampilannya lebih seru dengan 'glowing character'.
- Bisa berkhayal sedang memainkan tokoh TRON dalam game.
- Suaranya terlalu berisik.

Atari 2600

1977 Atari 2600 Sunnyvale

Dibanding dua gadget game sebelumnya, penampilan game Atari sangat jauh sederhana, baik dari warna, graphic & suara. Maklum, teknologinya paling tua: buatan 1976. Tapi satu hal yang membuatnya seru: bermain multiplayer di layar TV. Dengan dua joystick, anak-anak merasakan betapa serunya bermain bersama seperti terlihat di video. Padahal bentuk tank & pesawat di game Combats hanya terdiri dari kotak-kotak sederhana.



Pendapat:
- Tidak masalah dengan tampilannya yang sederhana, yang penting berasa seru bermain berdua.
- Bentuk karakter object yang sederhana bisa memberikan imajinasi tersendiri.

King's Quest di komputer



Permainan petualangan buatan Ken Williams & Roberta Williams yang dirilis tahun 1987 ini ternyata masih diminati anak-anak kami. Bermain di layar monochrome Macintosh 512k buatan 1986, buat mereka bentuk tampilan sederhana diterjemahkan secara imajinatif. Dari obyek, karakter, suasana & lingkungan tergambar secara utuh dalam benak mereka. "Sir Graham-nya tampak gagah dan handsome." Padahal wajah karakternya hanya kotak-kotak sederhana. Bahkan saat tiba-tiba muncul troll, mereka masih bisa berteriak terkejut.

Pendapat:
- Ceritanya seru. Bikin penasaran walau tampilannya hanya hitam putih.

Dari hasil percobaan ini bisa terlihat bahwa kesederhanaan tampilan game jaman dulu tidak dipermasalahkan oleh anak-anak generasi iPad ini. Daya imajinasi mereka menerjemahkan tampilan audio visual 1-bit dan 8-bit dengan penuh warna dan suara realistis. Selain itu, faktor cerita & permainan yang membuat mereka tertarik memainkannya. Lebih dari itu juga, mereka senang menekan tombol fisik. Mungkin sudah jenuh dengan layar sentuh.

Note:
Artikel ini dipost sebelumnya di Trenologi dengan judul yang sama.

Wednesday, May 1, 2013

Polaroid, The Beatles & Philips cassettes

Polaroid. 1st gen cassettes. The Beatles. The connection? Culture revolution.

Edwin Land with Polaroid SX-70 in LIFE magazine. Instant photography.
The Beatles in POST magazine. British art, music & style in America.
Philips' CompactCassette. Media format standard.

What's the connection? The culture revolution.

Related posts:
- Polaroid SX-70
- Philips EL3301

Monday, April 15, 2013

Awal Bertemunya Anak-anak Dengan Gadget

Electronic devices from 70s - 80s

Komputer mini buat anak-anak yang mudah dibawa ke mana-mana? Pasti tidak jauh-jauh dari Apple iPad, Nintendo DS atau Sony PSP. Atau piranti pendidikan elektronik semacam VTech atau Leap Frog yang membantu anak-anak belajar (sambil bermain) bahasa atau matematika dasar.

Kapan pertama kalinya anak-anak di dunia berkenalan piranti elektronik/komputer portable? Di akhir 60an saat komputer umumnya masih sebesar rak-rak baju, beberapa perusahaan berbasis teknologi sudah mulai bereksperimen mengembangkan komputer kecil yang mudah dibawa-bawa. Mereka sudah meramalkan, komputer portable adalah gerbang menuju ke masa depan. Awal 70an, kalkulator kecil mulai diperkenalkan & dipasarkan. Sejak itu teknologi elektronik, semiconductor & IC berkembang sangat cepat. Kapasitas makin besar namun ukuran fisik makin mengecil. Rumah-rumah mulai dibanjiri barang-barang elektronik canggih untuk keluarga & anak-anak, contohnya video computer system Atari & komputer rumahan Apple II. 

Little Professor

Tidak hanya itu, piranti komputer portable bertenaga batere pun sudah mulai populer di kalangan anak-anak. Tahun 1976, Texas Instruments memperkenalkan piranti pendidikan elektronik bernama Little Professor. Piranti ini berbentuk seperti kalkulator, membantu anak-anak belajar matematika dengan fungsi dasar tambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Dengan layar VFD (Vacuum Fluorescent Display - generasi pertama LED) angka-angka menampilkan soal matematika dan hasilnya.

1978 Texas Instruments Speak & Spell

Minat bermain sambil belajar dengan gadget elektronik semakin tinggi. Setelah sukses dengan Little Professor, Texas Instruments melanjutkan inovasi mereka dengan memperkenalkan piranti belajar membaca berteknologi speech synthesizer chip di tahun 1978: Speak & Spell. Di masa itu piranti elektronik dengan teknologi seperti ini merupakan terobosan besar, karena umumnya speech synthesizer hanya bisa dihasilkan dari komputer berukuran raksasa, membutuhkan daya yang besar dan mahal. Texas Instruments berhasil menciptakan versi miniature-nya sehingga bisa dibawa kemana-mana dan dipasarkan dengan harga sangat terjangkau. 

Little Professor dan Speak & Spell di akhir 70-an ini dianggap sebagai gerbang awal perkenalan anak-anak dengan handheld electronic device. Komputer kecil portable tidak lagi milik para insinyur atau ilmuwan tapi juga keluarga biasa dan anak-anak umur belia. Semua orang punya dan mampu memiliki.
Dilanjutkan dengan membanjirnya produk handheld game & hiburan berbagai model awal 80-an. Masih ingat Nintendo Game & Watch?
Ini pertama kalinya anak-anak memiliki keterikatan dengan gadget di tangan mereka. Belajar dan bermain di mana saja, kapan saja.

Inilah masa saat nenek moyang Nintendo DS & Sony PSP lahir. 
Inilah masa transisi dari analog ke digital.
Inilah masa di mana anak-anak bersiap berangkat menjadi digital immigrant(*), meninggalkan orang tua mereka yang analog native.

(*) meminjam istilah Marc Pernsky di artikel "Digital Immigrant Digital Native" yang dipublish 2001 (link)

Note:
Artikel ini sudah dipost sebelumnya di blog Trenologi dengan judul yang sama di sini (Piranti Elektronik diganti menjadi Gadget)

Tuesday, April 9, 2013

Little Professor and Speak & Spell

1978 Texas Instruments Speak & Spell

Dynamic duo from Texas Instruments brought the first generation of electronic education aid for children. And because of these gadgets, the modern family would never be the same again.

1976 Little Professor for math learning.
1978 Speak & Spell for spell learning.

Tuesday, March 12, 2013

Sony Cube Radio

Sony Cube TR-1819 & TFM-1837W

Pertengahan 1960s terjadi pergeseran desain & bentuk radio transistor. Sony memulainya dengan memperkenalkan radio berbentuk kubus dan dikenal dengan nama Sony Cube.

1966 Sony Cube TR-1819
1969 Sony Cube TFM-1837W

Sunday, March 10, 2013

About Argus Lady Carefree

Argus Lady Carefree

Argus Lady Carefree 164 L adalah bagian dari revolusi kamera, yang sebelumnya kepemilikannya dimonopoli oleh para fotografer profesional dengan know-how yang dipelajari bertahun-tahun dan merupakan paket yang mahal dan bukan untuk kantong semua orang, menjadi bentuk kamera kompak yang bisa dimiliki siapa saja. Dirancang oleh Karl-Heinz Lange (lahir th 1932 di Gustrow, Jerman), seorang desainer kamera asal Jerman yang cukup laris sebagai desainer kamera pocket pada jamannya. Sebagai ahli pengerjaan fabrikasi plastik yang berpengalaman di perusahaan amerika NIMSLO di Atlanta/Georgia, Lange memasukkan unsur-unsur plastik yang meringankan dalam perancangan kamera karya-karyanya, sehingga mencapai berat yang sesuai bagi kategori 'compact camera' dan membuat harga produksi kamera bisa lebih murah. Karl-Heinz Lange merancang kamera untuk perusahaan-perusahaan seperti: Argus, Balda, Braun, Minox, Rollei/Voigtländer

Karl-Heinz Lange adalah desainer yang mendevelop 'rangefinder' pada kamera, pada masa magangnya di perusahaan Balda, yang kemudian melahirkan Balda Ib. Sebagai Chief Constructor pada Baldessa, Karl-Heinz lange menciptakan kamera-kamera diantaranya:
  • Baldessa Ib
  • Super Baldamatic
  • Voigtländer Bessy k/ak/as/s (Kodapak)
  • Voigtländer Vito C (Minox 35 concurrence)
  • Nizo 1000
  • Minox 110 S (pocket camera)
  • Nimslo 3D (cheap late version)
  • Argus Carefree 164 (Kodapak)
Argus Lady Carefree

Argus Lady Carefree164 merupakan bagian dari perancangan produk 'Kodapak' yang menggunakan '126 film' rancangan Hubert Nerwin yang mematenkan karyanya bagi Eastman Kodak demi memenuhi kritik konsumen akan kesulitan memasukkan rol film, dengan inovasi bentuk 'cartridge' yang tidak perlu menarik ujung roll film untuk mengaitkannya ke film roll, tinggal letakkan dan gunakan.

Argus menjual 2 jenis kamera dengan nama Lady Carefree, yang tidak satupun merupakan produksi dari Argus. Selain Argus Lady Carefree164, juga ada Argus Lady Carefree buatan Sedic Ltd., Japan; yang secara visual berbeda dengan lady Carefree164 buatan Balda-Werke Jerman. Versi Balda-Werke Jerman seperti yang terlihat di Retro Gizmos terlihat romantis dan sangat wanita, sedangkan yang versi Sedic terlihat lebih menonjolkan image teknis dengan memberi peninggian pada daerah lensa, untuk menggarisbawai kemampuan teknis kamera disamping bentuknya yang kompak dan pengerjaannya yang murah, karena berbeda dengan Lady Carefree karya Balda-Werke yang menggunakan permukaan brocade dan 'golden lines' sebagai nilai plus tampilan kamera, versi Sedic hanya menggunakan perbedaan warna dan kontur plastik dalam warna senada. Versi Balda-Werke pun mempunyai produk pengembangan yang bernama 'Lady Carefree elite' dengan panel muka dari plastik yang berwarna rosewood bak mebel kapal layar/yacht dengan hiasan grafis geometris.


Thursday, February 28, 2013

The First from Sony


First Walkman, TPS-L2 from 1979.
First Discman, D-5 from 1984.
First Watchman, FD-210 from 1986.

Monday, January 14, 2013

Sumbangan Untuk Museum


Daripada berdebu, basah lembab di gudang, dibuang juga sayang, bulan Desember lalu tim Neo's Retro Gizmo mendapatkan beberapa hibah gadget tua dari teman-teman. "Lebih baik dititipkan dan dihibahkan ke tempat yang memang berniat merawat barang-barang retro ini," demikian ujar Ilya menjelaskan maksudnya saat menyerah-terima-kan iMac ungu ini & gadget-gadget lainnya.



Selain Ilya, ada juga Unay yang menghibahkan gadget jawaranya: Palm Tungsten 3 & Palm Treo. "Tolong rawat & sayangi mereka." Siap!

 

Lalu Fauzan Alfie yang menyumbangkan printer Apple StyleWriter 2400 nya, berjasa saat mengerjakan tugas kuliah.



Seseorang yang lebih suka tidak diekspos, menyumbangkan Nintendo Enterntainment System lengkap dengan box, manual, adaptor & controllernya! Masih hidup pula. Terima kasih, seseorang! :'))

A gift from someone for our retro gadget museum: Nintendo Entertainment System complete package. #neoretrogizmos

Dan tak terhitung teman-teman yang sudah berniat menyumbangkan tapi belum sempat bertemu saat kami mudik bulan lalu.

Kembali ke tujuan dibuatnya galeri gadget retro ini: bukan hanya untuk nostalgia semata, tapi untuk mengapresiasi teknologi lama, mempelajarinya & enjoy the old experiences ketika gadget-gadget ini berperan penting memberi solusi teknologi.

Mereka semua akan mendapatkan tempat yang layak nanti di museum Neo's Retro Gizmo.

Thursday, January 10, 2013

Resurrect The PowerBook 170



Masih ingat PowerBook 170 yang dibeli dalam kondisi mati di pasar loak sekian tahun lalu? Dengan bertahap kami melengkapi unit ini dan berusaha membangunkannya agar bisa beroperasi secara normal.

21 Januari 2012
Yang pertama kami lakukan adalah mencari adaptor listrik untuknya. Kami mendapatkannya di eBay plus dengan batere yang kemungkinan besar sudah tidak berfungsi. Walau sempat tidak bereaksi sekian lama, tiba-tiba PowerBook ini terbangun dari mati surinya. Logic board masih sehat, layar masih cemerlang walau ada dead pixel di sana sini, namun hard disk mati ditandai dengan icon floppy disk kedap kedip.



5 Oktober 2012
Berikutnya, kami mencari disket operating system untuknya. Sekaligus mengetes floppy drive-nya apakah masih berfungsi atau tidak. Membuat disket sistem di era MacOS X saat ini sangat tidak mudah karena format directorynya berbeda dengan era 90an. Satu cara yang paling mudah adalah mencari di eBay. Kami berhasil memenangkan lelang disket System 7.0 ini walau kondisinya tidak pasti apakah masih berfungsi atau tidak.



Begitu shipping tiba, kami langsung coba dan berfungsi! Dan artinya floppy drive-nya juga masih berjalan dengan baik.




Kemudian yang harus diganti adalah hard disk. Kebetulan kami mendapatkan sumbangan PowerBook 160 & PowerBook Duo 230 yang sudah mati total dari seorang sahabat.



Hard disknya kami ambil dan dicangkok ke PowerBook 170. Hore, PowerBook-nya sudah punya hard disk baru!

Untitled

Kini PowerBook sudah berfungsi seperti sedia kala di tahun 1993. Mission berikutnya: komunikasi data dengan Mac modern.