Showing posts with label cassette. Show all posts
Showing posts with label cassette. Show all posts

Friday, September 13, 2013

Happy Birthday Audio Cassette

The early generation audio cassette by Philips 50 years ago. Happy birthday, audio cassette. #neoretrogizmo

Walau diperkenalkan di Berlin Radio Show bulan Agustus 1963, secara resmi format kaset ini diluncurkan tanggal 13 September 1963 di headquarter Philips di Amsterdam, 50 tahun silam. Dibarengi dengan diluncukannya pemutar kaset pertama EL3300 & EL3301, format kaset menjadi standard, menggantikan format reel-to-reel & cartridge.

Setelah setengah abad ini, kaset audio ciptaan engineer Philips ini mulai tersingkir dengan hadirnya format digital audio. Sempat booming di era 80an saat Sony meluncurkan Walkman, kaset menjadi kebutuhan primer budaya & pergaulan. Bahkan di era tersebut, kaset juga digunakan sebagai media penyimpan data pada komputer seperti Sinclair atau Commodore.

Selamat ulang tahun, kaset. Terima kasih atas jasanya memberikan musik dan suara dalam kehidupan kami.



More:
- Philips newscenter
- Slashgear
- Gizmodo

Monday, April 8, 2013

Philips EL3301 & EL3302

Philips EL3301 & EL3302

Dua generasi pertama yang memperkenalkan format kaset audio Philips di pertengahan 60an.
1964 EL3301 menyempurnakan model pertama EL3300.
1967 EL3302 mempopulerkan format kaset ke seluruh dunia.

Friday, August 17, 1984

Sony Walkman WM-F8



Awal 80an adalah masa di mana Sony Walkman mulai berjaya. Sebutan 'walkman' sendiri mulai berangsur dari nama produk menjadi kata benda. Setelah mengeluarkan tipe TPS-L2 di tahun 1979, varian & model baru bermunculan, salah satunya WM-F8 ini. Model yang dirilis tahun 1984 ini tidak ada yang istimewa selain menggabungkan fitur radio FM/AM & memutar pita kaset jenis metal.

Kami koleksi karena masih dalam kondisi hidup, karet & head masih bekerja normal serta headphone dengan busa originalnya. Gadget yang tepat untuk mendengarkan Duran Duran "The Wild Boys!"

Produk lain:
1979 Sony Walkman TPS-L2

Skala 1 hingga 5:
Kegunaan di masa sekarang: 4/5 (pemutar kaset)
Kemudahan penggunaan di masa sekarang: 4/5 (batere AA & kaset musik)
Kelangkaan barang: 5/5 (beberapa kali ditemui di eBay)
Peran dalam sejarah: 1/5 (bukan model penting dalam perkembangan Walkman)

Wednesday, December 10, 1980

Kaset Canda Dalam Ronda


Kaset rekaman lawak GM Selo (Gerak Musik Seloroh) awal 80an ini adalah wujud bersejarah awal karir dari Pepeng, Krisna Abu, Nana, Taufik & Iwan Fals dengan sampul kaset menggunakan karya Dwi Koendoro.

Mendengar rekaman kaset lawakan ini seperti terbawa suasana pergaulan mahasiswa saat itu - termasuk becandaan perang arab vs israel. Lagu Iwan Fals Ambulan Zig Zag (dan 3 lagu lain) ikut dirilis pertama kali di album ini. Walau topik lawakan berkisar awal 80an, didengar jaman sekarang pun tetap tidak kadaluwarsa.


Buat yang sedang meniti karir sebagai stand-up comedian, rekaman kaset ini bisa menjadi tambahan wawasan atau ide bagaimana melontarkan humor cerdas yang tidak cepat basi.

NOTE: Kaset ini milik pribadi dan TIDAK DIJUAL.

Skala 1 hingga 5:
Kegunaan di masa sekarang: 5/5 (hiburan)
Kemudahan penggunaan di masa sekarang: 4/5 (selama ada pemutar kaset)
Kelangkaan barang: 5/5 (sangat jarang ditemui)
Peran dalam sejarah: 5/5 (awal karir Iwan Fals, Krisna Abu & Pepeng)

Sunday, July 1, 1979

Sony Walkman TPS-L2



Produk Sony ini adalah seri pertama Walkman yang dirilis pertama kali di Jepang Juli 1979 (US & UK menyusul tahun berikutnya).
Berbahan metal aluminium (?) dengan warna iconic biru & silver. Terdapat 2 port headphone agar bisa mendengarkan musik berduaan *ceile* serta tombol hotline, untuk meredam suara musik dari kaset & mendengarkan suara sekitar yang direkam di mikrofon, kira-kira fungsinya agar bisa tetap saling ngobrol dengan pasangan.

Sony Walkman TPS-L2

Walkman ini didesain oleh desainer legendaris Sony Akio Morita, co-founder Sony Masaru Ibuka & Kozo Ohsone. Sebelumnya dipasarkan dengan nama Soundabout untuk pasar US, Stowaway untuk UK & Freestyle untuk Swedia. Nama Walkman sendiri belum secara resmi digunakan, hanya sebagai nickname yang namanya diadaptasi dari produk pendahulunya ber-form-factor sama: Pressman (TCM-100) alat rekam portable yang ditujukan untuk reporter/jurnalis. Sampai suatu ketika, Akio Morita yang sedang berkunjung di Paris, ditanya oleh putri dari salah satu karyawan Sony di sana "Kapan kami bisa punya Walkman?" Nama Walkman pun diresmikan.

Sony Walkman TPS-L2

Dengan mengambil bentuk dasar dari produk terdahulunya TCM-100, secara desain TPS-L2 ini tidak ada perubahan yang berarti. Setelah sukses dengan TPS-L2, Sony terdorong untuk membuat desain sama sekali baru: WM-2 di tahun 1981. Dan desain TPS-L2 ini masih dipasarkan dengan nama baru WM-3 (warna hitam) di tahun yang sama.

Sony Walkman TPS-L2

Target pasar Walkman saat itu adalah anak muda yang lincah & dinamis. Silakan tengok video iklan Sony Walkman TPS-L2 lawas ini.



Dan hingga kini, kita masih menggunakan kata 'walkman' untuk semua pemutar kaset portable. Thanks to TPS-L2, the iPod of the 80s.

Iklan Sony Walkman menggambarkan sepasang muda mudi bermain sepatu roda

Kondisi 99% mulus, tanpa box, tanpa original headphone (MDR-3). Walau karet belt putus, dinamo & mekanis masih berjalan normal. Koleksi pribadi.

Produk lain sejenis:
1984 Sony Walkman WM-F8

Skala 1 hingga 5:
Kegunaan di masa sekarang: 4/5 (pemutar kaset)
Kemudahan penggunaan di masa sekarang: 4/5 (batere AA & kaset musik)
Kelangkaan barang: 3/5 (beberapa kali ditemui di eBay)
Peran dalam sejarah: 5/5 (Walkman pertama dari Sony)

Lebih lanjut tentang Sony Walkman TPS-L2
The Vintage Knob
The one who started it all
- Manual book (pdf)

Wednesday, March 1, 1978

Kaset Chicha Koeswoyo


Tahun 70an adalah masa bagi sebagian anak-anak untuk bisa menikmati berbagai variasi lagu anak-anak yang cukup layak buat konsumsi mereka. Dengan nada ceria dan syair yang sederhana tapi sangat menempel di benak hingga umur dewasa. Contohnya lagu-lagu Chicha Koeswoyo ini:
"Aku punya anjing kecil, kuberi nama Heli. Dia senang bermain-main, sambil berlari-lari.."
Belum lagi penyanyi-penyanyi cilik lain pada jaman itu seperti Yoan Tanamal atau Adi Bing Slamet. Diputar berulang-ulang tanpa rasa bosan.

Kaset Chicha Koeswoyo Pop Anak2 Vol 4 produksi Remaco ini merupakan satu dari koleksi kami. Ada satu piringan hitam Chicha Koeswoyo dengan judul album Mari Berbaris.

Sungguh surreal mendengarkan kaset ini bersama anak-anak kami dengan menggunakan cassette recorder atau Sony Walkman. Surprisingly, kuping mereka cukup compatible dengan lagu-lagunya. Memberi wawasan pada mereka bahwa inilah sesungguhnya lagu anak-anak klasik untuk anak-anak Indonesia. Bukan Justin Bieber atau Hannah Montana.

Kondisi fisik lengkap dengan kotak & sampul. Pita kaset masih terjaga kualitasnya dan layak didengar. Koleksi pribadi.

Related story:
- Kaset "Canda Dalam Ronda"


Skala 1 hingga 5:
Kegunaan di masa sekarang: 5/5 (hiburan)
Kemudahan penggunaan di masa sekarang: 4/5 (masih punya cassette player?)
Kelangkaan barang: 5/5 (sulit ditemui)
Peran dalam sejarah: 3/5 (bukan album pertama Chicha Koeswoyo)

Saturday, February 15, 1975

Fuji Cherry Cassette Recorder

Fuji Cherry Cassette Recorder

Ada masa di mana kami senang menyanyi dengan mikrofon dan direkam ke kaset, diperdengarkan kembali atau dikirim via pos ke eyang kami di lain kota untuk mengobati kangen. Sebuah pita magnetic kaset mampu mengabadikan suara, sehingga kami masih bisa mendengarkan suara kami saat masih anak-anak hingga kini, diperdengarkan kembali pada anak-anak kami.

Fuji Cherry Cassette Recorder

Dengan alat rekam ini kami bereksperimen bermain musik dan bersandiwara radio. Dibantu oleh orang tua kami yang kebetulan pernah siaran radio, dalam sebulan kami bisa menghabiskan beberapa kaset sandiwara.

Sekilas sejarah

Philips memperkenalkan cassette recorder pertama kali pada tahun 1963 bersamaan dengan digunakannya format compact cassette sebagai medium audio alternatif dari pita (tape) & piringan hitam (vinyl). Cassette recorder bermerk Fuji Cherry yang kami temukan di pasar loak ini sangat mirip dengan Philips EL3300/3301/3302. Dibuat di Jepang, casing sangat persis bahkan menggunakan tuas pemutar 3 arah (rewind ke kiri, fast-forward ke kanan, play ke atas) seperti halnya Philips.

Interior di dalamnya pun sama. Letak dinamo, PCB dan dudukan batere persis dengan kembarannya namun ada perbedaan dengan port audio di bagian depan dan tombol volume.

Cukup sulit mencari informasi lebih detail tentang Fuji Cherry yang dibuat oleh Fujiya Electric ini, terutama tahun produksinya. Dari PCB & komponennya kami mencoba menduga tahun pembuatannya.



Pada PCB tertera kode TC-1805. Sepanjang pengetahuan kami, inisial TC adalah kode produksi dari Sony dan Fujiya Electric sempat membuatkan komponen motor untuk Sony di awal 50an. Kemudian pada logo PIONEER di speaker, bisa dipastikan jenis huruf yang digunakan adalah logo pada masa 60an (contoh jenis huruf pada logo di produk PIONEER tahun 60an bisa dilihat di sini.)



Pada casing plastik, kami menduga mesin cetak yang digunakan oleh Fuji Cherry juga sama dengan Philips EL3300. Ini terbukti dari lubang yang ditutup oleh lembar aluminium di produk Fuji Cherry, adalah lubang untuk level meter Philips EL3300. Kemungkinan memang Fujiya Electric meniru mentah-mentah?

Jika original Philips menggunakan DIN jack untuk microphone, Fuji Cherry ini menggunakan mini-jack atau TRS yang populer digunakan pada radio transistor tahun 60an.

Jadi kesimpulan sementara, Fuji Cherry cassette recorder ini diproduksi antara 1965-1970.

Related products:
- Philips EL3301
- Philips EL3302

Skala 1 hingga 5:
Kegunaan di masa sekarang: 5/5 (voice recording)
Kemudahan penggunaan di masa sekarang: 4/5 (selama masih ada kaset kosong)
Kelangkaan barang: 5/5 (tidak ditemui di eBay)
Peran dalam sejarah: 1/5 (bukan produk populer)


Monday, February 10, 1975

Philips EL3302

Philips EL3302

Di tahun 1967, Philips melanjutkan evolusi produk pemutar & perekam kasetnya. Setelah sukses dengan EL3301, EL3302 pun dirilis. Dari segi desain, EL3302 memiliki perbedaan yang mencolok. Lapisan brushed aluminium menghiasi badan plastiknya, lubang-lubang kotak pada panel speaker serta tombol rekam yang berbentuk persegi panjang.

Philips EL3302 Philips EL3302

Pada bagian dalam, head bisa dilepas atau diatur tanpa harus membongkar unit. Motor circuit juga mampu menjaga putaran walau listrik drop (batere melemah) hingga beberapa persen. Improvement lainnya adalah penurunan harga dari model sebelumnya, membuat EL3302 yang diberi nickname Pepito ini diproduksi hingga jutaan unit hingga tahun 1974.

Pepito EL3302 ini mengantar format Compact Cassette sebagai standar dunia. Portabilitas & kemudahan penggunaan menjadikannya sangat populer, terutama dikalangan reporter.



Saking populernya, banyak lahir clone EL3302, baik yang resmi seperti Norelco Carry-Corder yang dijual di Amerika ini atau Sputnik 401 buatan Soviet. Juga seperti Fuji Cherry yang kami temukan di pasar loak ini, memiliki skema & struktur body sangat mirip dengan EL3302.

Fuji Cherry Cassette Recorder
Clone EL3302 buatan Jepang

Kondisi cukup baik, motor & mekanis masih berjalan baik walau belt sudah putus.


Skala 1 hingga 5:
Kegunaan di masa sekarang: 5/5 (mendengarkan/merekam suara)
Kemudahan penggunaan di masa sekarang: 5/5 (kaset masih dijual & digunakan)
Kelangkaan barang: 5/5 (sulit ditemui di eBay Amerika)
Peran dalam sejarah: 3/5 (awal popularitas pemutar & perekam kaset)