Wednesday, May 1, 2013

Polaroid, The Beatles & Philips cassettes

Polaroid. 1st gen cassettes. The Beatles. The connection? Culture revolution.

Edwin Land with Polaroid SX-70 in LIFE magazine. Instant photography.
The Beatles in POST magazine. British art, music & style in America.
Philips' CompactCassette. Media format standard.

What's the connection? The culture revolution.

Related posts:
- Polaroid SX-70
- Philips EL3301

Monday, April 15, 2013

Awal Bertemunya Anak-anak Dengan Gadget

Electronic devices from 70s - 80s

Komputer mini buat anak-anak yang mudah dibawa ke mana-mana? Pasti tidak jauh-jauh dari Apple iPad, Nintendo DS atau Sony PSP. Atau piranti pendidikan elektronik semacam VTech atau Leap Frog yang membantu anak-anak belajar (sambil bermain) bahasa atau matematika dasar.

Kapan pertama kalinya anak-anak di dunia berkenalan piranti elektronik/komputer portable? Di akhir 60an saat komputer umumnya masih sebesar rak-rak baju, beberapa perusahaan berbasis teknologi sudah mulai bereksperimen mengembangkan komputer kecil yang mudah dibawa-bawa. Mereka sudah meramalkan, komputer portable adalah gerbang menuju ke masa depan. Awal 70an, kalkulator kecil mulai diperkenalkan & dipasarkan. Sejak itu teknologi elektronik, semiconductor & IC berkembang sangat cepat. Kapasitas makin besar namun ukuran fisik makin mengecil. Rumah-rumah mulai dibanjiri barang-barang elektronik canggih untuk keluarga & anak-anak, contohnya video computer system Atari & komputer rumahan Apple II. 

Little Professor

Tidak hanya itu, piranti komputer portable bertenaga batere pun sudah mulai populer di kalangan anak-anak. Tahun 1976, Texas Instruments memperkenalkan piranti pendidikan elektronik bernama Little Professor. Piranti ini berbentuk seperti kalkulator, membantu anak-anak belajar matematika dengan fungsi dasar tambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Dengan layar VFD (Vacuum Fluorescent Display - generasi pertama LED) angka-angka menampilkan soal matematika dan hasilnya.

1978 Texas Instruments Speak & Spell

Minat bermain sambil belajar dengan gadget elektronik semakin tinggi. Setelah sukses dengan Little Professor, Texas Instruments melanjutkan inovasi mereka dengan memperkenalkan piranti belajar membaca berteknologi speech synthesizer chip di tahun 1978: Speak & Spell. Di masa itu piranti elektronik dengan teknologi seperti ini merupakan terobosan besar, karena umumnya speech synthesizer hanya bisa dihasilkan dari komputer berukuran raksasa, membutuhkan daya yang besar dan mahal. Texas Instruments berhasil menciptakan versi miniature-nya sehingga bisa dibawa kemana-mana dan dipasarkan dengan harga sangat terjangkau. 

Little Professor dan Speak & Spell di akhir 70-an ini dianggap sebagai gerbang awal perkenalan anak-anak dengan handheld electronic device. Komputer kecil portable tidak lagi milik para insinyur atau ilmuwan tapi juga keluarga biasa dan anak-anak umur belia. Semua orang punya dan mampu memiliki.
Dilanjutkan dengan membanjirnya produk handheld game & hiburan berbagai model awal 80-an. Masih ingat Nintendo Game & Watch?
Ini pertama kalinya anak-anak memiliki keterikatan dengan gadget di tangan mereka. Belajar dan bermain di mana saja, kapan saja.

Inilah masa saat nenek moyang Nintendo DS & Sony PSP lahir. 
Inilah masa transisi dari analog ke digital.
Inilah masa di mana anak-anak bersiap berangkat menjadi digital immigrant(*), meninggalkan orang tua mereka yang analog native.

(*) meminjam istilah Marc Pernsky di artikel "Digital Immigrant Digital Native" yang dipublish 2001 (link)

Note:
Artikel ini sudah dipost sebelumnya di blog Trenologi dengan judul yang sama di sini (Piranti Elektronik diganti menjadi Gadget)

Tuesday, April 9, 2013

Little Professor and Speak & Spell

1978 Texas Instruments Speak & Spell

Dynamic duo from Texas Instruments brought the first generation of electronic education aid for children. And because of these gadgets, the modern family would never be the same again.

1976 Little Professor for math learning.
1978 Speak & Spell for spell learning.

Monday, April 8, 2013

Philips EL3301 & EL3302

Philips EL3301 & EL3302

Dua generasi pertama yang memperkenalkan format kaset audio Philips di pertengahan 60an.
1964 EL3301 menyempurnakan model pertama EL3300.
1967 EL3302 mempopulerkan format kaset ke seluruh dunia.

Saturday, April 6, 2013

Tuesday, March 12, 2013

Sony Cube Radio

Sony Cube TR-1819 & TFM-1837W

Pertengahan 1960s terjadi pergeseran desain & bentuk radio transistor. Sony memulainya dengan memperkenalkan radio berbentuk kubus dan dikenal dengan nama Sony Cube.

1966 Sony Cube TR-1819
1969 Sony Cube TFM-1837W

Sunday, March 10, 2013

About Argus Lady Carefree

Argus Lady Carefree

Argus Lady Carefree 164 L adalah bagian dari revolusi kamera, yang sebelumnya kepemilikannya dimonopoli oleh para fotografer profesional dengan know-how yang dipelajari bertahun-tahun dan merupakan paket yang mahal dan bukan untuk kantong semua orang, menjadi bentuk kamera kompak yang bisa dimiliki siapa saja. Dirancang oleh Karl-Heinz Lange (lahir th 1932 di Gustrow, Jerman), seorang desainer kamera asal Jerman yang cukup laris sebagai desainer kamera pocket pada jamannya. Sebagai ahli pengerjaan fabrikasi plastik yang berpengalaman di perusahaan amerika NIMSLO di Atlanta/Georgia, Lange memasukkan unsur-unsur plastik yang meringankan dalam perancangan kamera karya-karyanya, sehingga mencapai berat yang sesuai bagi kategori 'compact camera' dan membuat harga produksi kamera bisa lebih murah. Karl-Heinz Lange merancang kamera untuk perusahaan-perusahaan seperti: Argus, Balda, Braun, Minox, Rollei/Voigtländer

Karl-Heinz Lange adalah desainer yang mendevelop 'rangefinder' pada kamera, pada masa magangnya di perusahaan Balda, yang kemudian melahirkan Balda Ib. Sebagai Chief Constructor pada Baldessa, Karl-Heinz lange menciptakan kamera-kamera diantaranya:
  • Baldessa Ib
  • Super Baldamatic
  • Voigtländer Bessy k/ak/as/s (Kodapak)
  • Voigtländer Vito C (Minox 35 concurrence)
  • Nizo 1000
  • Minox 110 S (pocket camera)
  • Nimslo 3D (cheap late version)
  • Argus Carefree 164 (Kodapak)
Argus Lady Carefree

Argus Lady Carefree164 merupakan bagian dari perancangan produk 'Kodapak' yang menggunakan '126 film' rancangan Hubert Nerwin yang mematenkan karyanya bagi Eastman Kodak demi memenuhi kritik konsumen akan kesulitan memasukkan rol film, dengan inovasi bentuk 'cartridge' yang tidak perlu menarik ujung roll film untuk mengaitkannya ke film roll, tinggal letakkan dan gunakan.

Argus menjual 2 jenis kamera dengan nama Lady Carefree, yang tidak satupun merupakan produksi dari Argus. Selain Argus Lady Carefree164, juga ada Argus Lady Carefree buatan Sedic Ltd., Japan; yang secara visual berbeda dengan lady Carefree164 buatan Balda-Werke Jerman. Versi Balda-Werke Jerman seperti yang terlihat di Retro Gizmos terlihat romantis dan sangat wanita, sedangkan yang versi Sedic terlihat lebih menonjolkan image teknis dengan memberi peninggian pada daerah lensa, untuk menggarisbawai kemampuan teknis kamera disamping bentuknya yang kompak dan pengerjaannya yang murah, karena berbeda dengan Lady Carefree karya Balda-Werke yang menggunakan permukaan brocade dan 'golden lines' sebagai nilai plus tampilan kamera, versi Sedic hanya menggunakan perbedaan warna dan kontur plastik dalam warna senada. Versi Balda-Werke pun mempunyai produk pengembangan yang bernama 'Lady Carefree elite' dengan panel muka dari plastik yang berwarna rosewood bak mebel kapal layar/yacht dengan hiasan grafis geometris.