Wednesday, November 1, 1989

Atari Lynx

Atari Lynx

Atari Lynx adalah handheld portable videogame system dengan layar berwarna yang pertama di dunia. Rilis pada tahun 1989 (beberapa bulan setelah Nintendo Game Boy) dengan spec yang canggih pada jamannya: multiplayer network sampai 8 pemain, RAM 64KB, prosesor 16Mhz (jaman itu dianggap sangat cepat) dan hardware scrolling/zooming. Kecanggihan itu mengorbankan hal yang vital untuk sebuah device portable: ketahanan batere hanya 4 jam non-stop (dibandingkan Game Boy dengan 30 jam.)



Awalnya Lynx digagas oleh para engineers Epyx dengan nama Handy. Namun karena Epyx mengalami krisis keuangan, Atari datang membantu sebagai partner dalam produksi hardware & pemasaran, Handy selanjutnya berganti nama menjadi Lynx. Akhir tahun 1989, Lynx rilis dalam jumlah terbatas. Penjualan musim liburan natal & akhir tahun dimenangkan oleh Nintendo Game Boy. Selain kendala pemasaran & umur batere, kendala lainnya adalah tidak banyak developer yang tertarik membuatkan game untuk Lynx. Rilisnya Game Gear dari Sega di bulan Mei 1991, makin membuat masa depan Lynx suram. Tahun 1993, Lynx dihentikan produksinya & Atari melanjutkan project barunya: Jaguar.



Dibandingkan dengan gadget-gadget genggam jaman sekarang, Atari Lynx generasi pertama ini terlihat sangat bongsor. Berjam-jam bermain dengan Lynx pasti bikin pegal tangan. Apalagi layarnya lebih kecil (160 x 102) dari Sony PSP atau bahkan iPod touch sekalipun.

Ditemukan dalam kondisi mati, fisik baret-baret, tanpa tutup batere, tanpa box & tanpa manual.

Skala 1 hingga 5:
Kegunaan di masa sekarang: 2/5 (hiburan)
Kemudahan penggunaan di masa sekarang: 2/5 (batere AA & game cartridge khusus)
Kelangkaan barang: 4/5 (jarang ditemui di eBay)
Peran dalam sejarah: 4/5 (bukan produk sukses tapi handheld console pertama yang berwarna)


Related stories:
- 1980 Atari 2600
- 1981 Nintendo Game & Watch
- 1989 Nintendo Game Boy

1 comment:

  1. pada jaman dulu, gue cuma tau video game console pertama Atari. Nintendo kenal dg produk game watch nya

    ReplyDelete