Showing posts with label TV. Show all posts
Showing posts with label TV. Show all posts

Wednesday, April 1, 1987

Sony Watchman FD-10A

Sony Watchman 1987

Karena TVRI adalah satu-satunya hiburan (gratis) yang bisa ditonton di era 80an, membuat TV portable tidak begitu populer. Namun pada akhir 80an tayangannya menjadi semarak & sangat digemari (siaran Progama 2 TVRI dibuka), hingga orang harus membeli TV portable seperti ini agar bisa selalu mengikuti mini seri Return To Eden atau serial Remington Steele di mana pun, atau memantau siaran langsung pertandingan bulu tangkis atau sepak bola. Seperti yang biasa dilakukan paman kami saat mondar-mandir Jakarta-Surabaya dengan kereta api, menonton siaran TVRI di perjalanan.

Sony Watchman 1987

TV portable buatan Sony ini dipasarkan April 1987, 5 tahun setelah Watchman pertama FD-210 diluncurkan. Menggunakan layar tabung CRT hitam putih yang ditembakkan ke screen, dengan tenaga dari 4 batere AA. Berdimensi tinggi 15cm, lebar 6,35 cm dan tebal 3,8 cm, cukup mungil & ringan untuk ditenteng ke mana-mana.

Sony Watchman ini hanya mampu menangkap sinyal TV analog. Artinya, jika semua stasiun TV pindah ke digital, maka Watchman ini tidak akan lagi bisa menangkap siaran TV. Tidak ada port video input, menutup harapan untuk bisa menonton video dari sumber lain. Sebuah teknologi yang sudah sangat ketinggalan jaman, di jaman semua orang bisa menonton TV, di komputer genggamnya.

Kondisi fisik terdapat baret-baret halus di permukaan plastiknya. Masih beroperasi dengan baik, tanpa kotak, adaptor & manual.

Skala 1 hingga 5:
Kegunaan di masa sekarang: 2/5 (dekorasi. siapa yang mau nonton hitam putih?)
Kemudahan penggunaan di masa sekarang: 3/5 (batere AA & frekwensi analog TV)
Kelangkaan barang: 1/5 (banyak ditemui di eBay)
Peran dalam sejarah: 4/5 (bukan model pertama tapi populer karena ukurannya yang kecil)

Related gadget:
- First Sony Watchman FD-210

Thursday, September 2, 1982

Sony Watchman FD-210

Untitled

Menurut berbagai sumber, TV saku pertama diproduksi secara massal [1] di tahun 1977 oleh perusahan asal Inggris, Sinclair dengan model MTV1. Namun karena bentuknya masih terlalu besar untuk saku, berat & mahal menjadikan produk MTV1 ini tidak cukup populer.
Kendala terbesar dalam pembuatan TV kecil di era itu adalah penggunaan tabung CRT (Cathode Tube Ray) - seperti yang terdapat pada TV atau monitor komputer sebelum era LCD. Tabung CRT ini cukup menyita ruang & mempengaruhi berat device. Untungnya Sony berhasil mendesain ulang CRT ini dan membuat flat CRT yang jauh lebih mungil dan ringkas dibanding CRT biasa. Di flat CRT ini, elektron ditembakkan ke layar yang ditekuk 90ยบ. Dengan kata lain, posisi layar sejajar dengan electron gun.

Untitled

Tahun 1982, Sony merilis TV saku pertama mereka: Watchman FD-210. Dunia pun tersentak excited, this is it! Walau bersaing dengan Sinclair yang terlebih dahulu dirilis, pasar melihat Watchman ini lebih reliable dan well-made. Sebuah TV saku yang mudah dibawa-bawa, tanpa takut tertinggal acara TV seperti siaran langsung pertandingan bola seperti World Cup 1982 di Spanyol.

Dijual dengan harga 54,800 yen di Jepang (atau setara Rp 15 juta sekarang), TV saku hitam putih dengan berat 650 gram ini langsung menjadi produk yang cukup laris, membuat Sony merilis model-model Watchman di tahun berikutnya seperti FD-10A di tahun 1987.

Pengembangan layar LCD yang semakin canggih di era 80an - dimulai dengan Casio yang merilis TV-10, TV saku berlayar LCD tahun 1983 - cukup mengganggu popularitas TV saku berlayar CRT. Apalagi di tahun 1984, Seiko & Epson merilis TV saku LCD berwarna mereka. Agar tetap bisa bersaing, di tahun 1990 Sony mengganti CRT dengan LCD berwarna di produk Watchman. Hingga akhirnya dihentikan di tahun 2000.

1982 Sony Watchman (the first model) & 1986 model
1982 first Sony Watchman FD-210 & 1987 FD-10A

Model FD-210 ini menjadi legenda dan jadi artefak bersejarah - ketika TV masih menggunakan tabung dan bisa masuk saku.

 
Iklan Sony Watchman (source), Christmas Gifts majalah New York (source) & artikel Popular Science (source)

Ditemukan di pasar loak dalam kondisi fisik baret-baret, masih menyala dengan CRT yg masih berfungsi dengan baik. Tanpa tutup batere, tanpa box & tanpa manual.


Skala 1 hingga 5:
Kegunaan di masa sekarang: 2/5 (dekorasi. siapa yang mau nonton hitam putih?)
Kemudahan penggunaan di masa sekarang: 3/5 (batere AA & frekwensi analog TV)
Kelangkaan barang: 5/5 (sangat jarang ditemui di eBay)
Peran dalam sejarah: 5/5 (model pertama legendaris)

Related gadgets:
- Sony Watchman FD-10A

More info:
- Majalah TIME: 100 Most Influential Gadgets
- Sejarah TV saku di Popular Science
- Sejarah TV saku
- Walkman Central
- Sejarah Sony Watchman

[1] TV saku sudah mulai dikembangkan dari tahun 60an, namun tidak pernah diproduksi secara massal, contohnya di artikel Popular Mechanics th 1966 ini.

Monday, January 20, 1975

Zenith Space Commander 300

Zenith Space Commander 300

Selepas perang dunia, sedikit banyak perkembangan teknologi mulai beralih dari kebutuhan militer ke kehidupan masyarakat sehari-hari. Di tahun 50an, ruang keluarga Amerika mulai dibanjiri barang-barang canggih seperti hi-fi equipment, radio dan terutama televisi.

Remote TV lahir di masa ini. Sejalan dengan banyaknya channel TV, muncul kebutuhan untuk memindahkan channel atau mengubah volume suara tanpa harus beranjak dari sofa. Kemudian terciptakalh remote TV pertama yang menggunakan kabel di 1951, dikenal dengan nama 'lazy bone'.

Zenith Space Commander 300

Mungkin karena banyak kesandung gara-gara kabel remote, akhirnya diciptakan remote TV tanpa kabel di tahun 1955 dengan nama 'Flashmatic'. Tombol hanya ada dua: untuk menyalakan/mematikan TV & pindah channel. Remote ini mengirim seberkas sinar, ditangkap photoelectric cell di TV. Sayangnya, photoelectric-cell-nya terlalu peka cahaya sehingga jika terkena cahaya sedikit pun akan membuat TV mati nyala secara acak.

Zenith Space Commander 300 Zenith Space Commander 300

Beberapa tahun kemudian, Robert Adler karyawan Zenith Radio Corporation menciptakan remote TV tanpa batere. Remote ini mengirimkan gelombang suara ultrasonic ke TV saat tombol ditekan dan diberi nama Space Commander. Karena tiap tombol ditekan bunyi klak klik klak klik, remote ini diberi nickname "The Clicker".

Space Commander 300 generasi kedua ini dibuat tahun 1960. Hanya terdapat 2 tombol untuk pindah channel dan merubah volume suara. Sekali tekan, tombol channel naik ke channel lebih tinggi. Untuk ganti channel dari tinggi ke rendah, tombol harus ditekan berkali-kali hingga mencapai channel rendah yang dimaksud. Suara juga begitu, terdapat empat setting dari Mute, Low, Medium & High. Kalau mau matiin volume dari Low harus naik dulu ke High. "Woiy matiin suaranya!" "Bentar, gue kencengin dulu. Siap-siap tutup kuping!"

Di dalam remote ini terdapat dua tabung aluminium. Saat tombol ditekan, palu kecil mengetuk tabung dan mengirimkan frekuensi suara yang hanya bisa didengar oleh TV. Sementara kuping kita hanya mendengar suara 'klik'.

The clicker masih digunakan hingga awal tahun 70an. Tahun 1978 remote control dengan infrared diperkenalkan dan dipasarkan awal tahun 80an.

Fun fact:
Remote Space Commander model lain terlihat di film Men In Black 3, dipakai Agent K untuk membuat lemari rahasia di rumahnya. Ini Space Commander 600 yang memilik 4 tombol, buatan antara 1965-1972.





Fun fact lainnya, Zenith Space Commander masuk dalam "50 Greatest Gadget in 50 years" versi PC World.



Skala 1 hingga 5:
Kegunaan di masa sekarang: 1/5 (collector item/decoration)
Kemudahan penggunaan di masa sekarang: 1/5 (TV modern menggunakan remote infrared)
Kelangkaan barang: 3/5 (biasa ditemui di eBay)
Peran dalam sejarah: 5/5 (cikal bakal perkembangan remote TV)

More info:
- Push Click Touch
- WIRED: The Real Original Remote Control